Di tengah fasilitas teknologi, mencatat pakai kertas dan pena rasanya telah gak cool lagi. Kenapa mesti repot-repot menulis kalau dapat memotret papan tulis dan membacanya di gadget-mu? Kok ya mesti ribet bawa kitab catatan yang berat andai laptop yang enteng sekarang dapat membantu.

Seperti tidak sedikit hal beda yang ditinggalkan begitu saja, tidak jarang kali ada kebajikan yang sebetulnya masih tersimpan dalam sebuah hal yang dirasakan tak kekinian dan ketinggalan jaman. Setelah menyimak enam kebajikan ini, Agen Sbobet Casino Terbesar rasa anda akan tergerak guna segera menulis dengan tangan lagi!

1. Menggerakkan tangan memaksamu membuat pemahaman konseptual sendiri. Gak terdapat tuh ceritanya menulis cepat namun gak ngerti!

6 Kebaikan Dari Menulis Tangan yang Sayangnya Sudah Terlalu Sering Kita Lupakan
6 Kebaikan Dari Menulis Tangan yang Sayangnya Sudah Terlalu Sering Kita Lupakan

Saat mencatat memakai laptop, gerakan tangan yang cepat memungkinkan kita menulis perkataan orang yang sedang bicara secara verbatim atau kata per kata. Alhasil, konsentrasi kita saat menulis dengan laptop ialah mencatat seluruh yang anda dengar secara detil. Jadi, tidak saja menghapal.

Efek psikologis bertolak belakang terjadi saat anda kembali menggunakan teknik oldschool guna mencatat. Dengan kertas dan pena di tangan, anda tak lagi punya keterampilan mencatat semua hal yang anda dengar. Kamu juga dituntut guna memilih informasi dan benar-benar mengetahui apa yang sedang disampaikan. Maka, nggak heran dong bila mencatat dengan tangan memberimu pemahaman konseptual mendalam?

2. Gak butuh khawatir mudah lupa. Cara ini justeru membuatmu dapat kembali memanggil kenangan secepatnya

Kebanyakan dari anda memilih mencatat memakai laptop, memotret, atau justeru merekam sesuatu karena dalil krusial:

“Kan biar dapat mencatat secara lengkap. Dan dapat lebih konsentrasi mendengarkan.”

Hmmm, yakin nih gak terdistraksi sepanjang mendengarkan? Bukannya anda malah lebih tidak jarang melamun dan scrolling lini masa media sosial, sebab merasa nggak terdapat lagi yang mesti dilakukan?

Catatan tangan memang tidak jarang tak selengkap daftar digital, tapi menulis dengan tangan memberimu kenangan yang tajam. Saat kenangan kembali dibutuhkan, bakal lebih gampang bagimu me-recall ulang apa yang anda catat dari kenangan-kenangan psikologis yang tertinggal.

Tanggal yang anda tulis di ujung kanan halaman bukumu, emosi, dan perasaan ketika sedang menulis materi tersebut dengan mudah membangunkan ulang memorimu soal pelajaran yang disalin dulu.

“Mencatat dengan tangan akan menggiatkan gerakan netral dalam benak yang secara otomatis memudahkan proses belajar.”, Stanislas Dehaene, psikolog di College de France .

3. Hasil riset membuktikan: mereka yang mencatat pakai tangan menemukan nilai lebih baik dibanding mereka yang menulis dengan laptop!

Sebuah eksperimen yang dilaksanakan oleh Mueller dan Oppenheimer mengindikasikan bahwa mereka yang menulis dengan tangan menghasilkan skor yang lebih baik ketika ujian dibanding mereka yang menulis dengan laptop.

Seluruh subjek penelitian diserahkan waktu sepekan guna mempelajari daftar mereka sendiri. Saat hasil ujian keluar, mereka yang menulis dengan tangan menyatakan lebih menguasai materi sebab proses mencatat dilaksanakan dengan gaya bahasa dan membuat konsep sendiri.

4. Kemampuan beranggapan kritismu pun ditantang dengan teknik ini. Side notes buat kamu langsung dapat menciptakan argumen dan opini sendiri

Sekarang udah nggak jamannya lagi kan anda jadi anak burung yang menerima umpan dari dosen saja? Justru apa yang mereka terima mesti dikritisi dan dikembangkan sedemikian rupa. Tapi, sayangnya teknik mencatat yang lebih up to date malah membatasi keterampilan analitik dan daya beranggapan kritis kita.

Dengan menulis tangan, ketika mendengar pendapat dari dosen dan pemateri, kita dapat langsung menciptakan side notes yang mengandung pendapat sendiri. Konteks yang anda tulis juga benar-benar dapat disesuaikan dengan stance pribadi.

Tak heran, mereka yang rajin menulis tangan lebih lihai dalam mengembangkan paragraf mengandung opini dan argumentasi. Wajar kan, karena dari proses mula mencatat saja benak mereka sudah diajar untuk menggodok pemahamannya sendiri.

5. Mencatat pakai perlengkapan digital membuka kesempatan buat distraksi. Alhasil konsentrasi harus sulit payah dicari

Buka laptop
Otomatis buka Facebook, Twitter, dan Youtube
Catetnya nanti aja ah, dapat difoto ini

Apakah anda akrab dngan skenario semacam ini? Perangkat digital yang mestinya memudahkan tersebut malah jadi kesempatan munculnya tidak sedikit distraksi. Bukannya menyimak dosen atau pemateri anda malah asik browsing hal-hal nggak urgen yang bukan jadi prioritas ketika ini.

6. “Duh, nulis gunakan tangan kan pegel! Nggak canggih lagi!” — hmmm yakin mau berdalih begini?

Yakin dengan kalimat di atas? Jaman sekarang mencatat pakai tangan nggak mesti hanya dengan teknik standar gunakan kertas dan bolpen. Kamu pun gak mesti bawa kitab catatan ke mana-mana bila merasa tersebut mengurangi kekerenan. Ada tidak sedikit cara guna tetap mendapatkan kebajikan dari mencatat tangan, tanpa mesti membuatmu kerepotan.

Salah satu caranya ialah dengan memilih gadget dengan stylus dan layar kernuntuk jadi kawanmu. Dengan teknik ini tanganmu tetap dapat bergerak bebas dan menulis secara manual, sembari terus dapat merasakan fasilitas edit dan sharing file yang cuma dapat diberikan perlengkapan digital. Otak jalan, kenangan terjaga, namun kepraktisan tetap dapat dirasa. Kurang apa coba?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *